Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 29 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
POJOKMETRO
Home»Tekno»Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI
Tekno

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

IndrawanBy Indrawan29 Mei 2026
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Ilustrasi AI di dunia kerja.
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai tugas administratif, pengolahan data, hingga pembuatan konten kini dapat dilakukan secara otomatis dengan bantuan teknologi tersebut.

Di tengah perubahan itu, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah pekerjaan akan tergantikan AI. Namun, sejumlah kemampuan dinilai masih akan tetap dibutuhkan karena sulit sepenuhnya digantikan mesin.

Presiden dan pendiri 80,000 Hours Benjamin Todd menyebut ada beberapa area keterampilan yang relatif lebih “AI-proof” atau tahan terhadap disrupsi AI.

Menurut dia, kemampuan tersebut juga berpotensi semakin bernilai dalam lima tahun ke depan.

“Selama bertahun-tahun, kami telah mengidentifikasi beberapa area keterampilan utama yang lebih tahan terhadap AI, dapat ditransfer ke berbagai industri, dan kemungkinan akan meningkat nilainya dalam lima tahun ke depan,” ujar Todd, dikutip dari CNBC, Jumat (29/5/2026).

Berikut lima skill atau kemampuan yang dinilai tahan AI menurut Todd.

  1. Kemampuan komunikasi

Kemampuan komunikasi disebut menjadi salah satu keterampilan yang tetap penting di era AI. Setiap organisasi membutuhkan komunikator yang mampu menjelaskan misi, produk, maupun layanan perusahaan, baik kepada publik maupun internal perusahaan.

Todd menilai, semakin mudah AI menghasilkan konten dalam jumlah besar, maka kemampuan menentukan konten apa yang perlu dibuat justru akan semakin penting.

“Kemampuan untuk menentukan apa yang akan diproduksi sejak awal akan semakin penting, begitu pula nilai dari memiliki penilaian yang baik tentang kualitas,” jelas dia.

Menurut Todd, membangun kepercayaan dan hubungan autentik dengan audiens juga akan menjadi nilai tambah yang sulit digantikan AI.
Dalam praktiknya, kemampuan komunikasi itu dapat diwujudkan melalui penguasaan media sosial, membangun audiens lewat newsletter, memiliki keahlian public relations (PR), hingga menjalankan acara tatap muka.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa AI mungkin dapat membantu memproduksi materi komunikasi secara cepat, tetapi sentuhan manusia dalam memahami audiens dan membangun relasi tetap dibutuhkan.

  1. Kemampuan sosial

Selain komunikasi, kemampuan sosial juga diperkirakan tetap menjadi keterampilan penting di dunia kerja.

Todd mengutip penelitian ekonom Harvard University David J Deming yang menemukan bahwa pekerjaan yang membutuhkan keterampilan sosial mengalami kenaikan upah dari waktu ke waktu.

“Setiap pekerjaan melibatkan kerja sama dengan orang lain, setidaknya sampai batas tertentu,” terang Todd.

Meski AI semakin berkembang dalam melakukan interaksi sosial tertentu, manusia dinilai tetap menginginkan koneksi antarmanusia dan menghargai pekerjaan yang dihasilkan manusia. Di tengah perubahan yang cepat, kemampuan seperti membangun hubungan, memahami kebutuhan orang lain, mengakui emosi, serta menyelesaikan konflik disebut akan semakin penting.

Todd menyarankan pengembangan kemampuan sosial dapat dilakukan dengan bergabung dalam organisasi seperti Toastmasters atau membaca buku pengembangan diri terkait kemampuan interpersonal.

Kemampuan sosial dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pekerja tetap relevan, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan interaksi langsung dengan banyak pihak.

  1. Kepemimpinan, penilaian, dan pengambilan keputusan

Kemampuan memimpin serta mengambil keputusan juga disebut sebagai keterampilan yang sulit tergantikan AI. Todd mengatakan, pada 2017 pihaknya pernah menganalisis keterampilan yang paling banyak dibutuhkan dalam pekerjaan dengan permintaan tinggi.

Hasilnya, kemampuan judgement alias penilaian dan decision-making atau pengambilan keputusan berada di posisi teratas.

Menurut dia, ketika AI semakin banyak mengotomatisasi pekerjaan rutin seperti penjadwalan dan pengumpulan data, maka kemampuan menentukan prioritas dan memutuskan tindakan yang perlu dilakukan justru menjadi semakin bernilai. “Seiring AI mengotomatiskan lebih banyak tugas rutin, seperti penjadwalan dan pengumpulan data, pertanyaan tentang apa yang layak dilakukan sejak awal menjadi semakin berharga,” tutur Todd.

Ia menyarankan pekerja belajar dari orang-orang yang dinilai kompeten dan tegas dalam mengambil keputusan. “Perhatikan orang-orang yang paling kompeten dan tegas dalam hidup Anda. Siapa yang selalu Anda percayai untuk membimbing Anda ke arah yang benar? Bicaralah dengan mereka tentang pendekatan mereka dan apa yang membantu mereka mencapai titik ini,” kata dia.

Kemampuan memimpin dan mengambil keputusan dinilai tetap membutuhkan pertimbangan manusia, terutama dalam situasi kompleks yang melibatkan banyak kepentingan dan ketidakpastian.

  1. Kemampuan manajemen operasional

Keterampilan manajemen operasional juga dipandang masih sangat dibutuhkan perusahaan. Menurut Todd, setiap organisasi membutuhkan orang yang mampu menjalankan operasional sehari-hari, mulai dari perekrutan, penyusunan sistem keuangan, hingga administrasi kantor.

Sebagian pekerjaan administratif memang mulai diotomatisasi AI. Namun, manusia tetap diperlukan untuk menangani tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan penilaian yang matang, termasuk persoalan interpersonal.

“Manusia masih sangat penting untuk tugas-tugas yang lebih kompleks yang membutuhkan penilaian yang tepat, seperti menangani masalah interpersonal,” ucap Todd.

Ia mengatakan, ketika organisasi tumbuh lebih cepat, kebutuhan terhadap tenaga operasional yang mampu menjaga proses bisnis tetap berjalan juga akan meningkat. “Banyak organisasi yang kami ajak bicara mengatakan bahwa mereka selalu mencari orang-orang dengan keterampilan ini,” kata dia.

Todd menyarankan pekerja belajar langsung dari orang yang memahami administrasi dan operasional di perusahaan, terlibat dalam proyek substantif, serta aktif meminta umpan balik.

Selain itu, kemampuan operasional juga dapat diasah dengan menjalankan proyek sampingan seperti bisnis daring atau penyelenggaraan acara.

  1. Kemampuan implementasi AI

Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan menggunakan AI justru disebut menjadi salah satu skill paling penting untuk dipelajari. Todd mengatakan, jika hanya satu saran yang perlu diberikan kepada pekerja saat ini, maka hal itu adalah belajar menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan nyata.

“Jika saya hanya boleh memberikan satu nasihat, itu adalah belajar menggunakan alat AI untuk melakukan pekerjaan nyata,” terang dia.

Menurut Todd, AI saat ini masih lebih unggul dalam tugas yang jelas dan terdefinisi dengan baik, seperti menghasilkan kode dalam waktu singkat.

Namun demikian, AI masih kesulitan menangani pekerjaan yang lebih rumit seperti mengoordinasikan banyak orang atau proyek jangka panjang.

“Ada keuntungan menjadi manusia yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, yang dapat mengisi kekosongan dan meninjau keputusan-keputusan penting,” kata dia.

Kemampuan implementasi AI dapat berupa memahami kekuatan dan kelemahan model AI, membuat spesifikasi pekerjaan, membangun sistem pemeriksaan kesalahan, hingga menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan.

Todd menilai kemampuan coding memang dapat membantu, tetapi tidak selalu menjadi syarat utama untuk memahami implementasi AI. “Cara terbaik untuk memulai menguasai keterampilan ini adalah dengan berlatih menggunakan AI untuk melakukan pekerjaan di bidang yang Anda kenal dan minati,” ungkap dia.

Bukan sekadar “AI-proof”, tetapi juga adaptif Di sisi lain, mengutip Forbes, tidak ada pekerjaan yang benar-benar sepenuhnya aman dari perubahan teknologi.

Sebagian besar pekerjaan kemungkinan bukan benar-benar “AI-proof” alias tahan AI, melainkan hanya mengalami penundaan dampak otomatisasi.

Karena itu, kemampuan beradaptasi disebut menjadi faktor penting bagi pekerja di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut membuat penguasaan keterampilan yang melibatkan komunikasi, hubungan sosial, pengambilan keputusan, manajemen operasional, hingga implementasi AI dipandang semakin relevan di dunia kerja masa depan.

(wan/kompas)

featured
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Mulai 1 Juli, Warga RI Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

29 Mei 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Remaja Bunuh Diri Usai Curhat ke ChatGPT: Alarm Keras bagi Pengguna

28 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

16 Mei 2026

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

14 Agustus 2025
Don't Miss
Tekno

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

By Indrawan29 Mei 20260

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai…

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026

Mulai 1 Juli, Warga RI Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

29 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

Tekno 29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

Sport 29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

Sport 29 Mei 2026
Terpopuler

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

Pilihan editor 23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

Sport 16 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.