Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 30 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
POJOKMETRO
Home»Headline»Lahirkan Bayi Kembar 5, Pasutri Dapat Rp2 Miliar dari Pemerintah
Headline

Lahirkan Bayi Kembar 5, Pasutri Dapat Rp2 Miliar dari Pemerintah

IndrawanBy Indrawan30 September 2024
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Ilustrasi bayi kembar 5 di korsel. (istimewa)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Seoul – Di tengah turunnya angka kelahiran di Korea Selatan, sepasang suami istri (pasutri) asal Provinsi Gyeonggi membawa kabar gembira. Kim Joon Young dan Sagong Hye Ran mengumumkan kelahiran bayi kembar lima mereka pada Jumat, 20 September 2024.

Kelahiran quintuplet yang terdiri dari tiga bayi lelaki dan dua bayi perempuan itu sontak jadi berita utama di Negeri Ginseng. Yang tak kalah jadi perhatian adalah jumlah hibah yang bakal diterima pasangan itu. Totalnya disebut mencapai 170 juta won atau hampir Rp2 miliar sebagai bentuk dukungan pengasuhan anak.

Mengutip Koreaboo, Rabu (25/9/2024), hibah pertama didapat dari Kota Dongducheon, tempat pasangan itu tinggal. Mereka akan memberi voucer tunai senilai 15 juta won (sekitar Rp171 juta). Voucer itu dapat digunakan di toko mana pun dengan transaksi tahunan kurang dari 1 miliar won (sekitar Rp11,3 miliar).

Pemerintah kota juga akan menyediakan voucer tunai senilai 3,5 juta won untuk dukungan perawatan pasca-melahirkan.
Paket promosi persalinan Dongducheon juga menawarkan sejumlah 1 juta won untuk anak pertama, 1,5 juta won untuk anak kedua, 2,5 juta won untuk anak ketiga, serta lima juta won untuk anak keempat dan seterusnya. Jika jumlah berurutan diterapkan dalam kasus ini, pasangan tersebut dapat menerima 15 juta won dari paket tersebut.

Pasangan itu juga berhak mendapatkan Voucer Pertemuan Pertama Kementerian Kesejahteraan Korea Selatan senilai 14 juta won dan subsidi dua bulanan yang mencakup tunjangan orangtua dan tunjangan anak. Kedua subsidi ini masing-masing berjumlah 85 juta won dan 47,5 juta won.

Tunjangan Anak dan Orangtua

Namun, kedua tunjangan ini akan diberikan selama periode program, besarannya 1 juta won per bulan untuk setiap anak selama 11 bulan pertama setelah kelahiran. Setelah itu, biayanya turun jadi 500 ribu won per bulan selama 11 bulan berikutnya. Pasangan tersebut juga akan menerima tunjangan anak sebesar 100 ribu won per bulan untuk setiap anak sejak lahir hingga mereka berusia 95 bulan.

Meski berita mengenai anak kembar lima ini merupakan kabar menggembirakan bagi negara ini, banyak warganet yang bertanya-tanya apakah jumlah total dana hibah tersebut akan cukup untuk membesarkan lima anak dalam perekonomian saat ini.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengirimkan surat ucapan selamat dan hadiah pada pasangan tersebut pada 22 September 2024. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan negara itu juga mengirimkan sekeranjang buah dan pesan ucapan selamat. Mereka juga mengunggah keterangan berisi sumpah untuk bekerja keras demi masa depan yang lebih baik bagi kelima anak tersebut.

Di sisi lain, mengutip Yonhap, sebanyak 20.601 bayi lahir pada Juli tahun ini, naik 7,9 persen atau 1.516 bayi dari tahun sebelumnya menurut data yang dikumpulkan Statistik Korea. Jumlah itu merupakan peningkatan terbesar dalam setahun dibandingkan Juli 2012, ketika terdapat 1.959 bayi baru lahir di negara tersebut.

Jumlah Kematian Masih Lebih Tinggi dari Kelahiran

Pertumbuhan ini terjadi karena semakin banyak pasangan yang mengadakan pernikahan dari paruh kedua tahun 2022 hingga paruh pertama 2023 setelah menunda pernikahan mereka pada tahap awal pandemi COVID-19, kata badan tersebut. Namun, selama tujuh bulan pertama 2024, jumlah bayi yang lahir turun 1,2 persen menjadi 137.913 di tengah menurunnya tingkat kesuburan.

Tingkat kesuburan total, yang berarti jumlah rata-rata perkiraan kelahiran seorang perempuan sepanjang hidupnya, mencapai rekor terendah sebesar 0,71 pada kuartal kedua tahun 2024. Angka tersebut jauh di bawah 2,1 kelahiran per perempuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi stabil tanpa imigran.

Jumlah kematian naik tipis 0,4 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 28.240 pada Juli, dan jumlah penduduk pun menurun sebesar 7.639 orang. Jumlah kematian telah melampaui jumlah kematian bayi baru lahir sejak kuartal keempat pada 2019.

Jumlah pasangan yang menikah melonjak 32,9 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 18.811 pada Juli tahun ini. Ini merupakan peningkatan terbesar pada Juli sejak 1981, sejak badan tersebut mulai mengumpulkan data. Jumlah pasangan yang bercerai tumbuh 5,9 persen dalam setahun menjadi 7.939 pasangan, menurut data.

Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus

Korea Selatan sedang mengalami perubahan demografis yang suram, karena banyak generasi muda memilih untuk menunda atau menyerah untuk menikah atau memiliki bayi seiring dengan perubahan norma sosial dan gaya hidup. Banyak juga yang menyebutkan tingginya harga rumah dan sulitnya pasar kerja sebagai alasan utama.

Korea diperkirakan akan menjadi negara dengan masyarakat lanjut usia pada 2072 karena usia rata-rata akan meningkat menjadi 63,4 dari 44,9 pada 2022, dan populasinya akan turun menjadi sekitar 36 juta pada 2072 dari 52 juta pada tahun ini. Populasinya mencapai puncaknya pada 2020 dan terus menurun.

Untuk itu, mengutip CNN, Sabtu, 11 Mei 2024, Presiden Yoon Suk Yeol berencana membentuk kementerian baru untuk mengatasi darurat nasional atas tingkat kelahiran yang sangat rendah di negara tersebut. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Yoon Suk Yeol mengatakan dia akan meminta kerja sama parlemen untuk membentuk Kementerian Penanggulangan Angka Kelahiran Rendah.

“Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan bangsa untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran yang dapat dianggap sebagai darurat nasional,” ujarnya.

(ind/bbs)

bayi kembar 5 korsel korsel
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Fakta Menarik Final Liga Champions PSG Vs Arsenal

12 Mei 2026

5 Desa di Sei Rampah Diterjang Angin Puting Beliung, 4 Warga Terluka

14 Agustus 2025

Awas! Ini 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat

14 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

16 Mei 2026

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

14 Agustus 2025
Don't Miss
Tekno

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

By Indrawan29 Mei 20260

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai…

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026

Mulai 1 Juli, Warga RI Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

29 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

Tekno 29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

Sport 29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

Sport 29 Mei 2026
Terpopuler

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

Pilihan editor 23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

Sport 16 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.