Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 30 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
POJOKMETRO
Home»Headline»Awas, Perubahan Kulit Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Payudara
Headline

Awas, Perubahan Kulit Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Payudara

IndrawanBy Indrawan10 September 2024
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Ilustrasi kanker payudara. (istimewa)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Jakarta – Data Globocan mencatat jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 66.271 atau sekitar 16,2 persen dari total 408.661 kasus baru kanker di Indonesia. Jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu kasus.

Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel yang tak normal dan tak terkontrol di payudara. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, kemudian membentuk benjolan atau massa.

Pada stadium lebih parah, sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dan ke organ tubuh lainnya.

Gejala awal kanker payudara memang berbeda-beda pada setiap orang. Meski begitu terdapat gejala yang paling umum dari kanker payudara.

Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai salah satunya perubahan pada kulit payudara. Perubahan kulit ini dapat berupa kemerahan, bengkak, atau tekstur seperti kulit jeruk.

Selain perubahan kulit, keluarnya cairan tak biasa dari puting, mengalami perubahan ukuran atau bentuk payudara, retraksi atau tertariknya puting ke dalam, hingga muncul massa atau benjolan di area payudara juga termasuk gejala kanker payudara.

“Benjolan kanker payudara biasanya terasa keras, dengan tepi tidak rata dan tidak nyeri, beberapa kasus bisa disertai rasa sakit. Benjolan ini cenderung tidak bergerak saat disentuh, sering muncul di daerah jaringan payudara,” katanya, Senin (9/9/2024).

“Namun, tidak semua benjolan adalah kanker, penting untuk memeriksakan benjolan yang baru, terutama jika bertahan lebih dari beberapa minggu,” lanjutnya lagi.

Makanan pemicu

Selain perubahan kulit, kanker payudara terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal di jaringan payudara. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat.

Berbicara tentang gaya hidup tentu tidak terlepas dari pola makan. Mengonsumsi makanan yang tidak sehat berisiko meningkatkan kanker payudara. Apa saja makanan tersebut?

“Diet tinggi lemak jenuh dan kurangnya asupan buah serta sayuran dapat meningkatkan risiko kanker payudara,” kata Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM.

dr Andhika mengatakan konsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker termasuk kanker payudara. Meskipun hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan risiko kanker sampai saat ini masih dipelajari dan belum sepenuhnya dipahami.

“Lemak jenuh dapat memicu peradangan, meningkatkan kadar hormon tertentu, dan memengaruhi metabolisme tubuh, yang semuanya dapat berperan dalam perkembangan kanke,” katanya lagi.

Adapun contoh makanan lemak jenuh di antaranya, daging merah berlemak, seperti daging sapi, hingga domba. Kemudian produk olahan daging seperti sosis seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi dan produk susu penuh lemak.

“Termasuk mentega, keju, susu murni, dan krim. Minyak kelapa dan minyak sawit. Minyak ini digunakan dalam banyak makanan olahan dan makanan cepat saji, serta mengandung lemak jenuh yang tinggi,”ucap dr Andhika.

“Makanan cepat saji dan gorengan. Banyak makanan cepat saji seperti kentang goreng, ayam goreng, dan burger mengandung banyak lemak jenuh. Kue, biskuit, dan makanan yang dipanggang secara komersial. Produk ini sering kali dibuat dengan mentega, margarin, atau minyak sawit, yang semuanya kaya akan lemak jenuh,” sambungnya.

Bagaimana Lemak Jenuh Berisiko Tingkatkan Risiko Kanker?

dr Andhika menjelaskan lemak jenuh dapat menyebabkan peradangan kronis, yang merupakan faktor risiko perkembangan kanker. Selain itu, lemak jenuh, terutama dari daging merah dan produk susu tinggi lemak dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon estrogen yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

“Pola makan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan faktor risiko penting untuk banyak jenis kanker, termasuk kanker payudara, endometrium, dan usus besar,” katanya lagi.

Untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kanker, dr Andhika menyarankan membatasi konsumsi lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak sehat seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan yang kaya asam lemak omega-3.

“Khusus daging merah dapat dikonsumsi sampai dengan 750 gram per minggu,” kata dr Andhika.

(ind/detikcom)

gejala kanker payudara kanker payudara
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Fakta Menarik Final Liga Champions PSG Vs Arsenal

12 Mei 2026

5 Desa di Sei Rampah Diterjang Angin Puting Beliung, 4 Warga Terluka

14 Agustus 2025

Awas! Ini 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat

14 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

16 Mei 2026

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

14 Agustus 2025
Don't Miss
Tekno

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

By Indrawan29 Mei 20260

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai…

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

29 Mei 2026

Mulai 1 Juli, Warga RI Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

29 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

Tekno 29 Mei 2026

MotoGP Italia 2026: Marc Marquez Fokus Menang di Mugello, Bukan Kejar Gelar

Sport 29 Mei 2026

Breaking News: Marc Marquez Lolos Tes Medis, Siap Tempur di MotoGP Italia 2026!

Sport 29 Mei 2026
Terpopuler

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

Pilihan editor 23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

Sport 16 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.