Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Respons YTR Wanita Korban Penyekapan 3 Tahun Usai Taufik Hidayat Ditangkap

25 Juni 2026

Regulasi Baru MotoGP 2027: Mesin Makin Kecil, Aerodinamika Dibatasi

25 Juni 2026

DPO Taufik Hidayat Akhirnya Ditangkap, Terlacak dari Jejak Digital

24 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 26 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global
POJOKMETRO
Home»Headline»Media Israel Mengulas Fenomena Bunuh Diri Tentara IDF: Bak Jerami yang Mematahkan Punggung Unta
Headline

Media Israel Mengulas Fenomena Bunuh Diri Tentara IDF: Bak Jerami yang Mematahkan Punggung Unta

IndrawanBy Indrawan10 September 2024
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Tentara IDF banyak mengalami depresi dan bunuh diri. (ist/net)
Tentara IDF banyak mengalami depresi dan bunuh diri. (ist/net)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Gaza – Surat kabar Israel “Haaretz” mencoba menjelaskan fenomena bunuh diri yang terjadi pada 10 perwira dan tentara tentara pendudukan Israel (IDF) sejak serangan banjir Al-Aqsa.

Laporan mendalam itu mengungkapkan, masalah yang mendera para pelaku bunuh diri di kalangan tentara IDF terlacak oleh percakapan dengan kerabat serta analisis dari profesional.

Dari sejumlah variabel tersebut, liputan investigatif mengungkap kalau apa yang dilihat para pelaku bunuh diri di lokasi pertempuran telah “menghancurkan jiwa mereka”.

Bahwa secara umum, kondisi psikologis tentara IDF yang bertugas berada dalam kondisi yang rentan, mengingat apa yang mereka saksikan di medang perang.

Bahkan, setiap panggilan tugas ke Gaza, bisa menjadi sebuah beban berat yang diistilahkan dengan kalimat, seperti jerami yang mematahkan punggung unta, sepele tapi punya dampak sangat besar.

Perwira IDF Pun Rentan

Dalam laporannya yang panjang, surat kabar tersebut memberikan gambaran seperti apa lokasi serangan Banjir Al Aqsa pada tanggal 7 Oktober 2023.

Laporan itu mendeskripsikan dengan menulis:

“Matahari terbit pada hari itu di kibbutzim dekat Gaza, dan semuanya terlihat dengan mata telanjang: rumah-rumah yang terbakar , gambar rusak, pakaian, benda, dan semua tanda kehidupan.”

Pasca-serangan Hamas, ribuan tentara dan perwira yang berjalan di koridor, di antara semak-semak dan alun-alun, masih berusaha mencari lokasi jenazah dan sisa-sisa yang belum ditemukan, serta memastikan apakah ada pejuang yang berafiliasi dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di sana.

Salah satu tentara bersembunyi di kandang sapi, dan satu lagi keluar dari perumahan pekerja migran.

Terkadang terdengar teriakan dan jeritan. Seorang tentara memasuki sebuah rumah di kibbutz, dan kemudian terdengar suara tembakan. Yang lain bunuh diri di mobilnya.

Namun kemudian, pada pukul satu siang, suara tembakan dari sebuah rumah memecah kesunyian sebuah kibbutz.

Para tentara bergegas menuju rumah tersebut karena takut akan kehadiran pejuang Hamas. Mungkin mereka akan menemukan “korban”, atau mungkin sebaliknya.

Ternyata dia dibunuh oleh friendly fire (tembakan yang dilepaskan oleh teman sendiri).

Sebaliknya, di tanah mereka menemukan “Yotam” (bukan nama sebenarnya), yang bunuh diri; Mereka menyatakan kematiannya di tempat karena terbunuh oleh friendly fire.

Rekan-rekannya tidak mengetahui alasan sebenarnya selama beberapa hari. Penyebab kematiannya masih menjadi misteri, seolah-olah telah diblokir oleh sensor.”

Hanya beberapa minggu kemudian, Haaretz mengetahui bahwa penyelidikan awal militer IDF mengkonfirmasi kalau Yotam telah melakukan bunuh diri.

Yotam bukan satu-satunya orang berseragam yang bunuh diri pada hari-hari awal perang, sebelum invasi darat Israel ke Gaza.

Daftar tersebut, yang tidak diungkapkan oleh pihak militer, mencakup beberapa tentara, termasuk dua perwira, dengan pangkat mayor dan letnan kolonel.

Beberapa di antaranya bunuh diri pada jam-jam pertama pertempuran, ketika pertempuran masih berkecamuk di sekitar Gaza.

Surat kabar tersebut mengutip Profesor Yossi Levy Belz, kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental di Pusat Akademi Rubin, yang mengatakan kalau fenomena insiden bunuh diri di kalangan IDF ini sangat mengejutkan mereka.

“Kami biasanya tidak terbiasa (pada kasus) bunuh diri saat peperangan berlangsung, (lazimnya) terjadi ketika pertempuran mereda, terutama di antara orang-orang yang menderita “gangguan stres pasca-trauma, yang bangun setiap pagi dengan pemandangan, suara, dan rasa bersalah, bahkan setelah perang usai.”

Kepala Direktorat Urusan Angkatan Darat Israel mengumumkan kalau IDF, untuk pertama kalinya, akan mengakui tentara yang tewas karena “keadaan pribadi” sebagai korban dalam perang, dan menambahkan: “Kasus yang jarang terjadi ini mungkin menunjukkan betapa parahnya perang tersebut, tentang apa yang terjadi di Gaza selama jam-jam tersebut, dan dampaknya terhadap situasi tersebut.”

Laporan tersebut menjelaskan bahwa para profesional di bidang penanganan kasus bunuh diri mengatakan: “Secara umum, sebagian besar tentara yang melakukan bunuh diri masih sangat muda, dalam pelatihan dasar, atau pada tahun pertama dinas.”

Mengenai motif langsung bunuh diri, surat kabar tersebut melaporkan percakapan dari kerabat pelaku bom bunuh diri dan rekan-rekan mereka yang mengungkapkan bahwa beberapa tentara yang bunuh diri mengalami kesulitan psikologis dalam menghadapi apa yang mereka lihat.

Bau Mayat

Salah satu tentara berkata tentang rekannya yang bunuh diri bahwa dia terus mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa melupakan bau mayat yang berserakan dimana-mana, dan dia tidak bisa tidur.

Seorang petugas ingat bahwa seorang tentara yang melakukan bunuh diri tidak dapat tidur di malam hari dan terganggu oleh suara apa pun, meskipun suaranya pelan.

Profesor Levi Belz menjelaskan, panggilan untuk bertugas begitu masif sehingga sangat mungkin bahwa beberapa tentara cadangan yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri sebelum banjir Al-Aqsa menyaksikan gambar-gambar yang bagi mereka menjadi pemicu untuk bunuh diri.

“Ini seperti jerami yang mematahkan punggung unta (menggambarkan suatu tindakan kecil atau rutin yang menimbulkan reaksi besar dan tiba-tiba yang tidak bisa dikendalikan),” katanya. (tribunnews)

perang gaza tentara idf depresi
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Fakta Menarik Final Liga Champions PSG Vs Arsenal

12 Mei 2026

5 Desa di Sei Rampah Diterjang Angin Puting Beliung, 4 Warga Terluka

14 Agustus 2025

Awas! Ini 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat

14 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026
Don't Miss
Peristiwa

Respons YTR Wanita Korban Penyekapan 3 Tahun Usai Taufik Hidayat Ditangkap

25 Juni 2026

Bandung — Terbaring lemas, badan ditutupi selimut berwarna putih dan ditunggu sang ayah, itulah kondisi…

Regulasi Baru MotoGP 2027: Mesin Makin Kecil, Aerodinamika Dibatasi

25 Juni 2026

DPO Taufik Hidayat Akhirnya Ditangkap, Terlacak dari Jejak Digital

24 Juni 2026

KDM Janjikan Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan di Bandung

23 Juni 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Respons YTR Wanita Korban Penyekapan 3 Tahun Usai Taufik Hidayat Ditangkap

Peristiwa 25 Juni 2026

Regulasi Baru MotoGP 2027: Mesin Makin Kecil, Aerodinamika Dibatasi

Sport 25 Juni 2026

DPO Taufik Hidayat Akhirnya Ditangkap, Terlacak dari Jejak Digital

Peristiwa 24 Juni 2026
Terpopuler

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

Profil 15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

Profil 13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.