Bandung — Terbaring lemas, badan ditutupi selimut berwarna putih dan ditunggu sang ayah, itulah kondisi YTR atau Yuvita Tri Rezeki (29) korban penganiayaan dan penyekapan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dari video yang beredar, YTR berterimakasih kepada semua pihak, terutama Polda Jabar yang berhasil menangkap pelaku. Video itu dibagikan akun Instagram @erni1.986 yang tak lain adalah bibi dari YTR.
“Alhamdulillah senang sekali, terimakasih Pak Kapolda sudah bantu saya, saya senang lagi, saya lebih tenang karena sudah ditangkap,” kata YTR saat ditanya harapan oleh bibinya Erni Heryadi (39).
YTR ingin, jika kekasihnya yang selama ini melakukan penganiayaan terhadapnya bisa diberi hukuman yang berat.
“Saya ingin dia dihukum seberat mungkin, biar dia rasakan apa yang saya rasain,” tambah YTR dengan kalimat terbata-bata.
Sementara, ayahanda YTR menyebut, dia ingin Taufik Hidayat diberi hukuman setimpal atas perbuatannya.
“Hukum seberat-beratnya, karena kita negara hukum, seumur hidup, karena YTR cacat seumur hidup,” ucap ayah YTR, saat ditanya Erni.
Sosok Korban
Erni, bibi atau adik dari ibunda YTR menyebut, jika keponakannya itu sosok anak yang baik dan sayang keluarga. Menurut Erni, YTR juga merupakan sosok pekerja keras.
“YTR anak yang baik, nurut, tulang punggung keluarga yang bener-bener pengen cari uang, cari kerja, ingin bahagiakan ibu dan bapaknya,” tuturnya.
Erni juga sebut, jika ibu dan ayahnya bukan orang berada dan bekerja untuk menyambung kehidupan.
“Ibunya jualan, bapaknya kuli, bapaknya kalau gak kerja gak akan punya uang, ibunya juga sama kalau gak jualan gak punya uang,” ujar Erni.
Erni sebut, selain berkuliah, YTR juga dikenal kerap berdagang untuk menambah pemasukan.
“Dia juga kuliah dan bisnis juga,” tambahnya.
(wan/detikcom)
