Close Menu
  • Home
  • Headline
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ini 5 Kesalahan saat Membeli Mobil Baru Pertama Kali

29 Agustus 2025

Remaja Bunuh Diri Usai Curhat ke ChatGPT: Alarm Keras bagi Pengguna

28 Agustus 2025

Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tenang, Bisa Kembali Putar Lagu Tanpa Takut

22 Agustus 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 30 Agustus 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Headline
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
POJOKMETRO
Home»Headline»Eks Menhan Akui Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Headline 3 Mins Read

Eks Menhan Akui Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza

IndrawanBy Indrawan2 Desember 2024
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tel Aviv – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Moshe Yaalon, menyatakan militer negaranya sendiri telah melakukan kejahatan perang dan praktik “pembersihan etnis” di wilayah Jalur Gaza. Tuduhan ini menuai reaksi keras di kalangan pemerintahan dan politisi Israel.

Yaalon, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (2/12/2024), mengatakan kepada media lokal Israel bahwa kelompok garis keras dalam kabinet sayap kanan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berupaya mengusir warga Palestina di Jalur Gaza bagian utara dan ingin membangun kembali permukiman Yahudi di sana.

“Saya terpaksa memperingatkan tentang apa yang terjadi di sana dan apa yang disembunyikan dari kami. Pada akhirnya, kejahatan perang sedang dilakukan,” ucap Yaalon saat berbicara kepada televisi lokal Israel, Kan, pada Minggu (1/12) waktu setempat.

Yaalon yang kini berusia 74 tahun merupakan mantan Kepala Staf Militer Israel yang berhaluan keras. Dia menjabat sebagai panglima militer Israel antara tahun 2002 hingga tahun 2005 lalu, tepat sebelum penarikan sepihak pasukan Tel Aviv dari Jalur Gaza.

Yaalon kemudian menjabat sebagai Menhan Israel periode tahun 2013-2016 dan sempat menjabat Wakil PM Israel, sebelum mengundurkan diri pada tahun 2016 karena perbedaan pendapat dengan Netanyahu yang saat itu menjabat PM. Sejak mengundurkan diri, Yaalon menjadi pengkritik keras untuk Netanyahu.

“Ruas jalanan yang kita lalui adalah penaklukan, aneksasi, dan pembersihan etnis,” ucap Yaalon dalam wawancara dengan televisi swasta Democrat TV pada Sabtu (30/11) waktu setempat.

Ketika ditanya lebih lanjut soal “pembersihan etnis” yang disebutnya, Yaalon menambahkan: “Apa yang terjadi di sana? Tidak ada lagi Beit Lahiya, tidak ada lagi Beit Hanoun, militer melakukan intervensi di Jabalia dan kenyataannya, tanah tersebut dibersihkan dari orang-orang Arab.”

Wilayah Jalur Gaza bagian utara, yang mencakup area-area yang disebutkan Yaalon di atas, telah menjadi target serangan militer Israel sejak 6 Oktober lalu, yang diklaim Tel Aviv bertujuan mencegah militan Hamas kembali berkumpul.

Yaalon, dalam pernyataannya, menyebut kelompok garis keras dalam kabinet Netanyahu ingin membangun kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza bagian utara, sekitar 19 tahun setelah pasukan Israel menarik diri dari area itu. Langkah membangun kembali permukiman Yahudi di area itu ditentang keras oleh Yaalon saat dia masih menjabat.

Kebanyakan negara-negara di dunia menganggap permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki sejak perang tahun 1967 silam merupakan tindakan ilegal dan menganggap perluasan permukiman Yahudi sebagai hambatan bagi terciptanya perdamaian, karena langkah semacam itu sama saja menggerogoti tanah yang diinginkan Palestina sebagai negara masa depan mereka.

Komentar-komentar terbaru Yaalon itu menyulut kemarahan di kalangan pemerintahan Israel. Salah satunya dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang kontroversial yang mengatakan “sungguh memalukan” bagi Israel “memiliki sosok seperti panglima militer dan Menteri Pertahanan tersebut”.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar dalam komentarnya menyebut tuduhan yang dilontarkan Yaalon itu tidak berdasar.

“Semua yang dilakukan Israel sesuai dengan hukum internasional dan sangat disayangkan bahwa mantan menteri Yaalon tidak menyadari kerusakan yang disebabkannya dan tidak mencabut pernyataannya,” ucap Saar dalam konferensi pers.

Kritikan juga datang dari Partai Likud, yang menaungi Netanyahu dan sempat menaungi Yaalon di masa lalu. Partai Likud menuduh sang mantan Menhan itu menyebarkan “fitnah” dan menyebut komentarnya sebagai “pernyataan kosong dan tidak jujur”.

Dalam pernyataannya, Partai Likud juga menyebut komentar Yaalon itu sebagai “hadiah untuk ICC (Mahkamah Pidana Internasional) dan kubu musuh Israel”.

Pernyataan itu merujuk pada ICC yang baru saja mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menhan Israel lainnya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. Netanyahu dan Gallant membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

(ind/dtc)

eks menhan israel genosida di jalur gaza Moshe Yaalon
Indrawan
  • Website

Related Posts

Kalender Pendidikan 2025: Jadwal Lengkap, Libur Sekolah, dan Perkiraan Tanggal Penting

14 Agustus 2025

5 Desa di Sei Rampah Diterjang Angin Puting Beliung, 4 Warga Terluka

13 Juli 2025

Awas! Ini 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat

13 Juli 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Sejarah 4 Pulau Aceh Mendadak Masuk Sumut, Ini Aturan di UU 24 Tahun 1956

15 Juni 20256 Mins Read

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

25 Mei 20252 Mins Read

Dulu Office Boy, Kini Menjelma Jadi Orang Terkaya Malaysia dan Dirikan Hotel Shangri-La

16 Mei 20253 Mins Read

Bareskrim Sita Puluhan Aset Kurir 38 Kg Sabu, Mobil-Tanah Hingga Senpi

25 Juli 20254 Mins Read
Don't Miss
Otomotif

Ini 5 Kesalahan saat Membeli Mobil Baru Pertama Kali

By Indrawan29 Agustus 20250

JAKARTA — Membeli mobil tentu jadi momen spesial dan menyenangkan bagi siapa saja, khususnya pembeli…

Remaja Bunuh Diri Usai Curhat ke ChatGPT: Alarm Keras bagi Pengguna

28 Agustus 2025

Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tenang, Bisa Kembali Putar Lagu Tanpa Takut

22 Agustus 2025

Desertir Marinir TNI AL Satria Kumbara Luka Parah di Ukraina

22 Agustus 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com tampil dengan artikel yang kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp
Pilihan kami

Ini 5 Kesalahan saat Membeli Mobil Baru Pertama Kali

29 Agustus 2025

Remaja Bunuh Diri Usai Curhat ke ChatGPT: Alarm Keras bagi Pengguna

28 Agustus 2025

Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tenang, Bisa Kembali Putar Lagu Tanpa Takut

22 Agustus 2025
Terpopuler

Sejarah 4 Pulau Aceh Mendadak Masuk Sumut, Ini Aturan di UU 24 Tahun 1956

15 Juni 2025

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

25 Mei 2025

Dulu Office Boy, Kini Menjelma Jadi Orang Terkaya Malaysia dan Dirikan Hotel Shangri-La

16 Mei 2025
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.