Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaNewsSetiap 40 Detik 1 Orang di Dunia Bunuh Diri, Ternyata Ini Penyebabnya

Setiap 40 Detik 1 Orang di Dunia Bunuh Diri, Ternyata Ini Penyebabnya

Jakarta – Kasus bunuh diri di dunia dilaporkan terus mengalami peningkatan. Di mana setiap 40 detik, satu orang di dunia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Hilangnya motivasi hidup menjadi salah satu penyebab seseorang bunuh diri.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH mengatakan bahwa kondisi tersebut memengaruhi kesehatan mental sehingga menyebabkan mereka menjadi kehilangan arah.

“Setiap 40 detik di dunia ini, satu orang bunuh diri. Hitung saja sudah berapa banyak dan di Indonesia juga meningkat,” kata Dr. Fidiansjah dalam webinar Mental Health Road to Milad ESQ ke-24, Sabtu (11/5/2024).

Dr. Fidiansjah menjelaskan sebagian besar orang yang memilih untuk bunuh diri biasanya sudah tidak lagi memiliki daya dan dukungan untuk melalui masalah hidup maupun masalah kesehatan mental.

“Itu gambaran pencarian kesejahteraan dan kesehatan yang mereka cari. Akhirnya menempuh cara dengan mindset, ‘buat apa hidup?'” jelasnya, “Sudah tidak ada lagi daya dan akhirnya bunuh diri menjadi jalan keluar,” sambungnya.

Menurutnya, pergeseran zaman yang serba modern ini juga menjadi faktor yang membuat angka bunuh diri semakin meningkat. Sebab, dengan zaman yang serba instan dan mudah ini, banyak orang yang lupa untuk menyertakan nilai-nilai keagamaan dalam hidupnya. Sehingga, ilmu yang diperoleh sangat banyak, tapi tidak disaring dengan nilai-nilai keagamaan. Maka banyak orang yang menjadi hilang arah dan menempuh cara-cara tersebut untuk mengakhiri hidup.

“Jadi dunia yang penuh dengan kemudahan, kalau dia juga tidak mengikuti perkembangan, dia akan menjadi lumpuh. Makanya Einstein sendiri sudah mengatakan agama tanpa ilmu itu lumpuh. Tapi ilmu tanpa agama kehilangan arah,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Fidiansjah menyatakan bahwa kemajuan teknologi membuat banyak tokoh-tokoh publik yang memilih untuk bunuh diri. Kejadian ini membuat mereka yang sedang putus asa terpantik untuk melakukan hal serupa.

Oleh karenanya, ia menyarankan di tengah kemajuan teknologi saat ini, masyarakat Indonesia tetap memperhatikan jenis tontonan. Bukan cuma itu, apabila sudah memiliki masalah kesehatan mental, sebaiknya konsultasikan ke ahli dan dokter agar bisa diobati dengan baik.

“Tidak ada suatu dialog yang bisa dia coba luruskan. Akibatnya tentu ini juga tidak tepat, Iqro-nya tidak pada tempatnya. Kalau kita kemudian tidak datang kepada ahlinya,” tandasnya. (sindonews)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments