Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Ini Kisah Hidupnya

4 Juni 2026

3 Calon Kuat Juara MotoGP Hungaria 2026

4 Juni 2026

Marc Marquez: Lengan Saya Sudah Tak Mati Rasa

1 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 6 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
POJOKMETRO
Home»Headline»Eks Menhan Akui Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Headline

Eks Menhan Akui Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza

IndrawanBy Indrawan2 Desember 2024
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tel Aviv – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Moshe Yaalon, menyatakan militer negaranya sendiri telah melakukan kejahatan perang dan praktik “pembersihan etnis” di wilayah Jalur Gaza. Tuduhan ini menuai reaksi keras di kalangan pemerintahan dan politisi Israel.

Yaalon, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (2/12/2024), mengatakan kepada media lokal Israel bahwa kelompok garis keras dalam kabinet sayap kanan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berupaya mengusir warga Palestina di Jalur Gaza bagian utara dan ingin membangun kembali permukiman Yahudi di sana.

“Saya terpaksa memperingatkan tentang apa yang terjadi di sana dan apa yang disembunyikan dari kami. Pada akhirnya, kejahatan perang sedang dilakukan,” ucap Yaalon saat berbicara kepada televisi lokal Israel, Kan, pada Minggu (1/12) waktu setempat.

Yaalon yang kini berusia 74 tahun merupakan mantan Kepala Staf Militer Israel yang berhaluan keras. Dia menjabat sebagai panglima militer Israel antara tahun 2002 hingga tahun 2005 lalu, tepat sebelum penarikan sepihak pasukan Tel Aviv dari Jalur Gaza.

Yaalon kemudian menjabat sebagai Menhan Israel periode tahun 2013-2016 dan sempat menjabat Wakil PM Israel, sebelum mengundurkan diri pada tahun 2016 karena perbedaan pendapat dengan Netanyahu yang saat itu menjabat PM. Sejak mengundurkan diri, Yaalon menjadi pengkritik keras untuk Netanyahu.

“Ruas jalanan yang kita lalui adalah penaklukan, aneksasi, dan pembersihan etnis,” ucap Yaalon dalam wawancara dengan televisi swasta Democrat TV pada Sabtu (30/11) waktu setempat.

Ketika ditanya lebih lanjut soal “pembersihan etnis” yang disebutnya, Yaalon menambahkan: “Apa yang terjadi di sana? Tidak ada lagi Beit Lahiya, tidak ada lagi Beit Hanoun, militer melakukan intervensi di Jabalia dan kenyataannya, tanah tersebut dibersihkan dari orang-orang Arab.”

Wilayah Jalur Gaza bagian utara, yang mencakup area-area yang disebutkan Yaalon di atas, telah menjadi target serangan militer Israel sejak 6 Oktober lalu, yang diklaim Tel Aviv bertujuan mencegah militan Hamas kembali berkumpul.

Yaalon, dalam pernyataannya, menyebut kelompok garis keras dalam kabinet Netanyahu ingin membangun kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza bagian utara, sekitar 19 tahun setelah pasukan Israel menarik diri dari area itu. Langkah membangun kembali permukiman Yahudi di area itu ditentang keras oleh Yaalon saat dia masih menjabat.

Kebanyakan negara-negara di dunia menganggap permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki sejak perang tahun 1967 silam merupakan tindakan ilegal dan menganggap perluasan permukiman Yahudi sebagai hambatan bagi terciptanya perdamaian, karena langkah semacam itu sama saja menggerogoti tanah yang diinginkan Palestina sebagai negara masa depan mereka.

Komentar-komentar terbaru Yaalon itu menyulut kemarahan di kalangan pemerintahan Israel. Salah satunya dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang kontroversial yang mengatakan “sungguh memalukan” bagi Israel “memiliki sosok seperti panglima militer dan Menteri Pertahanan tersebut”.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar dalam komentarnya menyebut tuduhan yang dilontarkan Yaalon itu tidak berdasar.

“Semua yang dilakukan Israel sesuai dengan hukum internasional dan sangat disayangkan bahwa mantan menteri Yaalon tidak menyadari kerusakan yang disebabkannya dan tidak mencabut pernyataannya,” ucap Saar dalam konferensi pers.

Kritikan juga datang dari Partai Likud, yang menaungi Netanyahu dan sempat menaungi Yaalon di masa lalu. Partai Likud menuduh sang mantan Menhan itu menyebarkan “fitnah” dan menyebut komentarnya sebagai “pernyataan kosong dan tidak jujur”.

Dalam pernyataannya, Partai Likud juga menyebut komentar Yaalon itu sebagai “hadiah untuk ICC (Mahkamah Pidana Internasional) dan kubu musuh Israel”.

Pernyataan itu merujuk pada ICC yang baru saja mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menhan Israel lainnya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. Netanyahu dan Gallant membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

(ind/dtc)

eks menhan israel genosida di jalur gaza Moshe Yaalon
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Fakta Menarik Final Liga Champions PSG Vs Arsenal

12 Mei 2026

5 Desa di Sei Rampah Diterjang Angin Puting Beliung, 4 Warga Terluka

14 Agustus 2025

Awas! Ini 13 Merek Beras Oplosan Dijual Ke Masyarakat

14 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

16 Mei 2026

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

14 Agustus 2025
Don't Miss
Profil

Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Ini Kisah Hidupnya

By Indrawan4 Juni 20260

Jakarta — Pendiri TikTok, Zhang Yiming, menjadi orang terkaya kedua di Asia melampaui miliarder Mukesh…

3 Calon Kuat Juara MotoGP Hungaria 2026

4 Juni 2026

Marc Marquez: Lengan Saya Sudah Tak Mati Rasa

1 Juni 2026

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

29 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Ini Kisah Hidupnya

Profil 4 Juni 2026

3 Calon Kuat Juara MotoGP Hungaria 2026

Sport 4 Juni 2026

Marc Marquez: Lengan Saya Sudah Tak Mati Rasa

Sport 1 Juni 2026
Terpopuler

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

Pilihan editor 23 Mei 2026

Megawati Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Berapa Gajinya?

Sport 16 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.