Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung

17 Mei 2026

Pesaing Ducati Bangkit di MotoGP 2026, Valentino Rossi Panik!

17 Mei 2026

Kenalan dengan Hyrox, Olahraga yang Lagi Hits Andalkan Kekuatan Otot

17 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Global
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
POJOKMETRO
Home»Lifestyle»‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung
Lifestyle 3 Mins Read

‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung

IndrawanBy Indrawan17 Mei 2026
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link
Ilustrasi serangan jantung
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Kualalumpur — Belakangan kasus kerusakan jantung pada anak muda di Malaysia meningkat. Konsultan Kardiolog dan Elektrofisiolog dari Sunway Medical Centre, Dr Gary Lee Chin Keong, mengungkap salah satu pemicunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi menjadi salah satu kondisi kardiovaskular paling umum, tetapi sering kali tidak terdeteksi hingga komplikasi muncul. Karena jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, banyak orang tidak menyadari kerusakan sudah terjadi di dalam tubuh.

Di Malaysia, hampir satu dari tiga orang dewasa mengalami hipertensi berdasarkan data kesehatan nasional. Namun, banyak kasus yang tetap tidak terdiagnosis. Kini, semakin banyak orang berusia 20-an hingga 30-an yang didiagnosis hipertensi, mencerminkan pergeseran yang cukup jelas dalam beberapa tahun terakhir.

Dr Gary menilai kondisi ini banyak dipicu faktor gaya hidup. Mulai dari jam kerja panjang, stres kronis, kurang tidur, minim aktivitas fisik, merokok, konsumsi garam berlebih, hingga kebiasaan makan makanan olahan atau ultra-process.

Ia juga menyoroti dampak tambahan obesitas dan diabetes yang sama-sama menciptakan apa yang disebut sebagai ‘kelompok faktor risiko kardiovaskular yang berbahaya’.

“Dengan onset yang lebih awal, individu terpapar efek hipertensi untuk jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan kemungkinan komplikasi yang berkembang di kemudian hari,” tuturnya, dikutip dari Business Today Malaysia.

Kaitan Hipertensi dengan Kerusakan Jantung

Jantung dan pembuluh darah bekerja sebagai satu sistem. Jantung memompa darah, sementara pembuluh darah mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Ketika tekanan darah terus tinggi dalam waktu lama, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi darah tetap berjalan.

Pada awalnya, jantung akan beradaptasi dengan menjadi lebih tebal dan kuat. Namun, respons tersebut tidak menguntungkan dalam jangka panjang.

Tekanan yang terus-menerus secara bertahap membuat otot jantung menjadi lebih kaku. Kondisi ini menurunkan kemampuan jantung untuk relaks dan terisi darah dengan baik, sehingga efisiensi pemompaan ikut menurun.

Salah satu perubahan struktural paling awal adalah hipertrofi ventrikel kiri atau left ventricular hypertrophy (LVH), yakni kondisi ketika ruang pemompaan utama jantung menebal. Alih-alih meningkatkan fungsi, kondisi ini justru mengurangi ruang yang tersedia untuk darah, membatasi kapasitas pengisian, dan dapat mengurangi suplai oksigen ke otot jantung.

Seiring waktu, jantung menjadi kurang fleksibel dan lebih rentan mengalami gagal jantung. LVH juga kerap berkembang tanpa gejala dan biasanya baru terdeteksi lewat pemeriksaan seperti ekokardiogram, yang dapat menemukan perubahan sejak dini.

Penyebab Gejala Muncul Terlambat

Salah satu tantangan terbesar hipertensi adalah banyak orang tetap merasa sehat meski kerusakan terus berlangsung. Akibatnya, kondisi ini sering baru diketahui ketika komplikasi sudah berkembang.

Saat gejala mulai muncul, seperti nyeri dada, sesak napas, palpitasi, pusing, atau pingsan, keluhan tersebut kerap disalahartikan sebagai stres, kelelahan, atau gangguan pencernaan ringan. Kondisi ini membuat diagnosis dan pengobatan menjadi terlambat.

Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gagal jantung, stroke, serangan jantung, penyakit ginjal, hingga gangguan irama jantung.

“Ini memicu perubahan di seluruh jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Salah satu komplikasi penting adalah fibrilasi atrium, yaitu irama jantung tidak teratur yang dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke, salah satu penyebab utama kematian di Malaysia,” jelas Dr Gary.

(wan/bbs)

featured jantung pada Gen Z serangan jantung
Indrawan
  • Website

Related Posts

Gaya Memimpin Berdasarkan Shio, Kamu Cocok Jadi Pemimpin Tipe Apa?

16 Mei 2026

BPKB Elektronik Berlaku Tahun Depan, Balik Nama Sudah Digital

12 Mei 2026

Kemendagri Sarankan Tidak Pakai KTP saat “Check In” di Hotel

9 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Mahasiswa KKNT UNA Edukasi UMKM, Pentingnya Rasa dan Kemasan Terhadap Nilai Jual Produk Olahan

29 September 20253 Mins Read

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

25 Mei 20252 Mins Read

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

31 Juli 20253 Mins Read

Sejarah 4 Pulau Aceh Mendadak Masuk Sumut, Ini Aturan di UU 24 Tahun 1956

15 Juni 20256 Mins Read
Don't Miss
Lifestyle

‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung

By Indrawan17 Mei 20262

Kualalumpur — Belakangan kasus kerusakan jantung pada anak muda di Malaysia meningkat. Konsultan Kardiolog dan…

Pesaing Ducati Bangkit di MotoGP 2026, Valentino Rossi Panik!

17 Mei 2026

Kenalan dengan Hyrox, Olahraga yang Lagi Hits Andalkan Kekuatan Otot

17 Mei 2026

AC Milan Kian On Fire Demi Tiket Liga Champions

17 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com tampil dengan artikel yang kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp
Pilihan kami

‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung

17 Mei 2026

Pesaing Ducati Bangkit di MotoGP 2026, Valentino Rossi Panik!

17 Mei 2026

Kenalan dengan Hyrox, Olahraga yang Lagi Hits Andalkan Kekuatan Otot

17 Mei 2026
Terpopuler

Mahasiswa KKNT UNA Edukasi UMKM, Pentingnya Rasa dan Kemasan Terhadap Nilai Jual Produk Olahan

29 September 2025

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

25 Mei 2025

Dua Bulan Dinikahi Maxime Bouttier, Luna Maya Belum Mau Hamil, Ini Alasannya

31 Juli 2025
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.