Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

15 Juni 2026

Sosok Eddy Tansil: Buron Selama 30 Tahun, Kini Aset Miliaran Disita Negara

15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

13 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 15 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global
POJOKMETRO
Home»Lifestyle»‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung
Lifestyle

‘Biang Kerok’ Gen-Z Mulai Keluhkan Tanda Awal Kerusakan Jantung

IndrawanBy Indrawan17 Mei 2026
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Ilustrasi serangan jantung
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Kualalumpur — Belakangan kasus kerusakan jantung pada anak muda di Malaysia meningkat. Konsultan Kardiolog dan Elektrofisiolog dari Sunway Medical Centre, Dr Gary Lee Chin Keong, mengungkap salah satu pemicunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Hipertensi menjadi salah satu kondisi kardiovaskular paling umum, tetapi sering kali tidak terdeteksi hingga komplikasi muncul. Karena jarang menimbulkan gejala pada tahap awal, banyak orang tidak menyadari kerusakan sudah terjadi di dalam tubuh.

Di Malaysia, hampir satu dari tiga orang dewasa mengalami hipertensi berdasarkan data kesehatan nasional. Namun, banyak kasus yang tetap tidak terdiagnosis. Kini, semakin banyak orang berusia 20-an hingga 30-an yang didiagnosis hipertensi, mencerminkan pergeseran yang cukup jelas dalam beberapa tahun terakhir.

Dr Gary menilai kondisi ini banyak dipicu faktor gaya hidup. Mulai dari jam kerja panjang, stres kronis, kurang tidur, minim aktivitas fisik, merokok, konsumsi garam berlebih, hingga kebiasaan makan makanan olahan atau ultra-process.

Ia juga menyoroti dampak tambahan obesitas dan diabetes yang sama-sama menciptakan apa yang disebut sebagai ‘kelompok faktor risiko kardiovaskular yang berbahaya’.

“Dengan onset yang lebih awal, individu terpapar efek hipertensi untuk jangka waktu yang lebih lama, meningkatkan kemungkinan komplikasi yang berkembang di kemudian hari,” tuturnya, dikutip dari Business Today Malaysia.

Kaitan Hipertensi dengan Kerusakan Jantung

Jantung dan pembuluh darah bekerja sebagai satu sistem. Jantung memompa darah, sementara pembuluh darah mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Ketika tekanan darah terus tinggi dalam waktu lama, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi darah tetap berjalan.

Pada awalnya, jantung akan beradaptasi dengan menjadi lebih tebal dan kuat. Namun, respons tersebut tidak menguntungkan dalam jangka panjang.

Tekanan yang terus-menerus secara bertahap membuat otot jantung menjadi lebih kaku. Kondisi ini menurunkan kemampuan jantung untuk relaks dan terisi darah dengan baik, sehingga efisiensi pemompaan ikut menurun.

Salah satu perubahan struktural paling awal adalah hipertrofi ventrikel kiri atau left ventricular hypertrophy (LVH), yakni kondisi ketika ruang pemompaan utama jantung menebal. Alih-alih meningkatkan fungsi, kondisi ini justru mengurangi ruang yang tersedia untuk darah, membatasi kapasitas pengisian, dan dapat mengurangi suplai oksigen ke otot jantung.

Seiring waktu, jantung menjadi kurang fleksibel dan lebih rentan mengalami gagal jantung. LVH juga kerap berkembang tanpa gejala dan biasanya baru terdeteksi lewat pemeriksaan seperti ekokardiogram, yang dapat menemukan perubahan sejak dini.

Penyebab Gejala Muncul Terlambat

Salah satu tantangan terbesar hipertensi adalah banyak orang tetap merasa sehat meski kerusakan terus berlangsung. Akibatnya, kondisi ini sering baru diketahui ketika komplikasi sudah berkembang.

Saat gejala mulai muncul, seperti nyeri dada, sesak napas, palpitasi, pusing, atau pingsan, keluhan tersebut kerap disalahartikan sebagai stres, kelelahan, atau gangguan pencernaan ringan. Kondisi ini membuat diagnosis dan pengobatan menjadi terlambat.

Dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gagal jantung, stroke, serangan jantung, penyakit ginjal, hingga gangguan irama jantung.

“Ini memicu perubahan di seluruh jantung, otak, ginjal, dan pembuluh darah. Salah satu komplikasi penting adalah fibrilasi atrium, yaitu irama jantung tidak teratur yang dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke, salah satu penyebab utama kematian di Malaysia,” jelas Dr Gary.

(wan/bbs)

featured jantung pada Gen Z serangan jantung
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Bukan Usia 20-an, Libido Pria Malah Meroket Menjelang Kepala Empat

8 Juni 2026

Jangan Terlalu Dekat Melihat Layar HP, Ini Dampak dan Tips Amannya

7 Juni 2026

Wajib Tahu Jika Sering WFC Berjam-jam, Ini Saran Dokter untuk Hindari Saraf Kejepit

7 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

15 Juni 2026
Don't Miss
Profil

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

15 Juni 2026

Jakarta — Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, menjadi triliuner pertama di dunia. Meski bergelimang…

Sosok Eddy Tansil: Buron Selama 30 Tahun, Kini Aset Miliaran Disita Negara

15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

13 Juni 2026

Wah, Bos Blueray Ungkap Beri Uang Rp91 Miliar ke Pejabat Bea Cukai

12 Juni 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

Profil 15 Juni 2026

Sosok Eddy Tansil: Buron Selama 30 Tahun, Kini Aset Miliaran Disita Negara

Peristiwa 15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

Profil 13 Juni 2026
Terpopuler

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

Profil 13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

Pilihan editor 23 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.