Close Menu
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Megawati Tiba di Korea, Segera Gabung Hillstate: Deg-degan Seperti Awal ke Sini

10 Juli 2026

Jampidsus Akui Rumah di Sentul TKP Brankas Isi 74 Kg Emas dan Rp 282,4 Miliar Miliknya

10 Juli 2026

Mbappe Ukir 5 Rekor Sekaligus usai Prancis Singkirkan Maroko di Piala Dunia 2026

10 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
POJOKMETRO
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik
  • Tekno
  • Viral
  • Sport
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Profil
  • Global
POJOKMETRO
Home»Tekno»Begini Cara Australia untuk Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos
Tekno

Begini Cara Australia untuk Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos

IndrawanBy Indrawan10 September 2024
Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn
Ilustrasi anak main gadget. (istimewa)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Australia – Pemerintah Australia melakukan uji coba terhadap metode dan teknologi yang digunakan untuk memverifikasi usia pengguna media sosial. Diberitakan sebelumnya, Australia akan menetapkan batas usia minimum bagi anak-anak menggunakan jejaring sosial.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan tengah mempertimbangkan pembuatan syarat usia minimum bagi anak-anak yang mendaftar Facebook, Instagram, dan TikTok antara 14 dan 16 tahun.

Perencanaan pembatasan usia ini bertujuan agar kaum muda bisa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan melakukan aktivitas nyata. “Saya ingin melihat anak-anak meninggalkan gawai mereka dan bermain di lapangan sepak bola, kolam renang, dan lapangan tenis,” ujar Albanese, dikutip dari The Straight Times, Selasa (10/9/2024).

Selain itu, muncul kekhawatiran akan ancaman media sosial terhadap kesehatan fisik dan mental bagi anak muda. Albanese mengungkapkan, undang-undang yang mengatur pembatasan usia penggunaan media sosial akan diperkenalkan segera pada tahun ini setelah pemerintah menemukan metode yang tepat. Lantas, metode apa yang akan digunakan dan apakah larangan ini akan efektif?

Metode yang mungkin dilakukan

Saat ini pemerintah sedang melakukan uji coba metode untuk memverifikasi usia pengguna yang mengakses media sosial. Dalam uji coba ini pemerintah turut melibatkan sejumlah perusahaan untuk berpartisipasi.

Dilansir dari The Guardian, Selasa, ada beberapa pilihan metode yang sebelumnya pernah diterapkan di sejumlah negara dan akan menjadi contoh bagi Australia. Salah satunya adalah Inggris yang pernah merencanakan skema pembatasan usia pengguna untuk mengakses situs dewasa. Terdapat lima cara yang dilakukan oleh perusahaan, antara lain:

  • Mengizinkan bank mengonfirmasi pengguna berusia di atas 18 tahun
  • Mengizinkan penyedia layanan seluler mengonfirmasi pengguna adalah orang dewasa
  • Pemeriksaan kartu kredit, sebab pemegang kartu kredit di Inggris harus berusia di atas 18 tahun
  • Meminta pengguna situs mengunggah foto yang kemudian dicocokkan dengan kartu identitas miliknya
  • Menggunakan teknologi pendeteksi estimasi usia wajah.

Meski begitu, tidak semua cara tersebut bisa dilakukan kepada pengguna berusia di bawah 16 tahun. Sementara, pada tahun lalu, komisioner eSafety, lembaga yang melindungi pengguna dari penyalahgunaan internet di Australia pernah memaparkan metode tokenisasi double-blind.

Dengan cara itu, informasi terkait usia akan diberikan oleh perangkat sebagai pihak ketiga kepada situs dan penyedia jaminan usia tanpa mengungkapkan privasi anak. Sementara, perusahaan induk Facebook dan Instagram, yaitu Meta juga menyarankan verifikasi dilakukan pada tingkat perangkat.

Artinya, Google dan Apple akan mengidentifikasi usia orang sebelum bisa mengunduh aplikasi media sosial tertentu.

Tantangan yang harus dihadapi

Australia bukanlah negara pertama yang berencana melakukan pembatasan usia bagi pengguna media sosial. Sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia pernah melakukan hal serupa. Namun, menurut catatan eSafety yang diliris pada 2023, skema yang dilakukan oleh negara-negara itu belum berhasil memecahkan masalah akses media sosial oleh anak di bawah umur.

Di Inggris, misalnya, undang-undang verifikasi usia dibatalkan tahun 2019 karena adanya keterlambatan, kesulitan teknis, dan kekhawatiran masyarakat terkait privasi.

Negara bagian Amerika Serikat, Utah dan Louisiana yang pernah mencoba menerapkan verifikasi usia menemukan peningkatan hampir 1000 persen dan tiga kali lipat penggunaan teknologi jaringan privat (VPN) untuk menerobos sistem verifikasi.

Oleh karena itu, dalam catatan, eSafety mengungkapkan bahwa sistem apapun yang digunakan di Australia nantinya haruslah efektif dan dapat ditegakkan. Selain mencakup pembatasan usia pada situs tertentu, pemerintah juga bisa membatasi konten yang keluar pada mesin pencarian.

(ind/kompas)

anak main gadget australia larang anak main medsos
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp LinkedIn

Related Posts

Wajib Baca, 5 Skill yang Bisa Bikin Karier Tetap Aman di Era AI

29 Mei 2026

Mulai 1 Juli, Warga RI Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

29 Mei 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

18 Mei 2026

Jangan Heran Lihat Mobil Pakai Pelat Nomor Hijau, Ini Artinya

23 Mei 2026
Don't Miss
Sport

Megawati Tiba di Korea, Segera Gabung Hillstate: Deg-degan Seperti Awal ke Sini

10 Juli 2026

Seoul — Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi telah tiba di Korea Selatan pada Jumat…

Jampidsus Akui Rumah di Sentul TKP Brankas Isi 74 Kg Emas dan Rp 282,4 Miliar Miliknya

10 Juli 2026

Mbappe Ukir 5 Rekor Sekaligus usai Prancis Singkirkan Maroko di Piala Dunia 2026

10 Juli 2026

3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar, Termasuk Hiburan dan Barang Mewah

3 Juli 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
Tentang Kami

Pojokmetro.com adalah media independen yang hadir dengan artikel dan berita kredibel dan update. Kami menyajikan informasi yang berguna bagi anda

Kami juga menerima partner di dunia digital

Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Pilihan kami

Megawati Tiba di Korea, Segera Gabung Hillstate: Deg-degan Seperti Awal ke Sini

Sport 10 Juli 2026

Jampidsus Akui Rumah di Sentul TKP Brankas Isi 74 Kg Emas dan Rp 282,4 Miliar Miliknya

Peristiwa 10 Juli 2026

Mbappe Ukir 5 Rekor Sekaligus usai Prancis Singkirkan Maroko di Piala Dunia 2026

Sport 10 Juli 2026
Terpopuler

Triliuner Ini Tinggal di Rumah 37 Meter Persegi, Ini Penampakannya

Profil 15 Juni 2026

H Afrijon Ponggok, Sosok Komunikator Strategis, Pemimpin Korporasi dan Penggerak Sosial

Profil 13 Juni 2026

Awas! Pencuri Password Merajalela di Indonesia

Tekno 18 Mei 2026
Copyright @ 2025 pojokmetro.com. All right reserved
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.